<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835055072407397557</id><updated>2012-02-16T07:01:24.829-08:00</updated><title type='text'>Hendrick manufar</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hendrickmanufar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835055072407397557/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrickmanufar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>malique woncha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13707700869122571386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_XldMtERtogk/TQgOx3_-DmI/AAAAAAAAAA8/YP6nxybEa6w/S220/maliqUE.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835055072407397557.post-3313237723422359175</id><published>2010-12-13T23:11:00.000-08:00</published><updated>2010-12-13T23:11:51.072-08:00</updated><title type='text'>Strategi Operasi Sistem Tenaga Listrik</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Energi  listrik yang dipakai tentunya harus bersifat efisien, efektif, bermutu  dan bisa diandalkan. Berarti dalam pembangkitan dan penyaluran energi  itu harus dilakukan secara ekonomis dan rasional. Untuk mencapai tujuan  itu ternyata dalam pengoperasiannya banyak kendala yang harus dihadapi,  hal ini disebabkan karena timbulnya kejadian di sistem tenaga listrik  (TL) yang bersifat random. Sedangkan kondisi operasi itu bisa berubah,  kalau terjadi perubahan beban dan keluarnya peralatan jaringan pada  sistem secara random. Hal ini tentunya akan menyebabkan terjadinya  deviasi operasi. Untuk itulah perlu dilakukan persiapan operasi yang  matang supaya deviasinya relatif kecil.&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Sementara  itu pada sistem TL yang bersifat dinamis perlu dilakukan prediksi  operasi, hal ini untuk memberi gambaran kondisi operasi kepada operator.  Kemudian dengan digunakannya teknik optimasi yang canggih pada  pengoperasian sistem TL serta problem yang muncul dianalisa maka hasil  yang dicapaipun semakin optimal. Sedangkan untuk mengetahui sejauh mana  suatu sistem TL itu andal dan ekonomis, maka digunakanlah suatu alat  ukur yang berfungsi sebagai dasar untuk mengadakan perincian. Alat ukur  itu menggunakan metoda LOLP (Loss of Load Probability). Adapun alat ukur  itu dipakai untuk menghitung alokasi energi, rencana pemeliharaan unit  pembangkit dan neraca daya.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;h3&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Sistem Operasi TL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Pada  perencanaan operasi sistem TL yang baik dan akurat tentunya pengawasan  selama sistem TL itu beroperasi relatif tidak perlu dilakukan. Sedangkan  perencanaan operasi itu sendiri adalah perencanaan bagaimana suatu  sistem akan dioperasikan untuk jangka waktu tertentu. Karena biaya  operasi dari sistem merupakan biaya terbesar dari suatu perencanaan  yaitu mencapai kira-kira 70% dari seluruh biaya, maka perencanaan  operasi perlu dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik optimasi agar  dapat dicapai biaya operasi yang betul-betul dapat dipertanggung  jawabkan. Sementara itu jika dalam operasi terjadi ketidak cocokan yaitu  antara prediksi dan kenyataan terlebih pada kejadian yang tidak  diharapkan, maka hal inilah yang disebut kesenjangan antara perencanaan  operasi dan operasi real time. Untuk itulah prinsip dari perencanaan  operasi harus memikirkan agar persamaan :&lt;/span&gt;  &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;&lt;span style="color: #000099;"&gt;Daya yang dibangkitkan = Beban + Rugi-rugi,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;selalu  terpenuhi sepanjang waktu dengan biaya yang optimum. Mengingat hal itu  maka di dalam perencanaan operasi ada 6 masalah utama yang harus  dipikirkan secara khusus :&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Pemeliharaan peralatan dalam sistem yang berkaitan dengan kemampuan penyediaan daya untuk menghadapi beban.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Perkiraan beban yang akan terjadi dalam sistem untuk jangka waktu tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Perkiraan  hujan yg akan jatuh dalam catching area PLTA untuk memperkirakan  kemampuan produksi PLTA dalam kaitannya dengan proses optimasi  hidro-thermis untuk menghadapi beban dalam butir 2.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Penjadwalan operasi unit-unit pembangkit yang optimum untuk menghadapi beban yang diperkirakan dalam butir 2.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Pengaturan pembagian beban antara unit-unit pembangkit yang beroperasi dalam sistem agar didapat pembebanan umum.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Kemungkinan terjadinya deviasi terhadap perencanaan operasi serta cara-cara mengatasi hal ini.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Program  real time yang digunakan pada P2B (Pusat Pengaturan Beban) terdiri dari  logika dan kalkulasi sederhana dengan menggunakan data yang diterima  pusat pembangkit. Pengaturan beban adalah pengaturan pembagian beban di  antara pusat-pusat listrik dalam sistem agar dapat melayani kebutuhan  tenaga listrik dari sistem dengan cara ekonomis dan dengan  mempertimbangkan atau memperhatikan mutu serta keadaan tenaga listrik  yang dihasilkan. Sedangkan program yang lebih canggih dari real time  adalah program extended real time model matematisnya lebih komplek  biasanya prioritasnya lebih rendah. Tapi dalam operasinya juga  berkomunikasi dengan real time untuk pengaturan fungsi yang otomatis.  Sedangkan penggunaan fungsi untuk mengadakan transfer data sehingga  program tersebut digunakan untuk studi. Kemudian dengan adanya pusat  pengaturan beban (P2B), maka hal itu sangatlah membantu operator dalam  pelaksanaan operasi real time. Dan dengan digunakannya sistem  komputerisasi pada P2B maka penggabungan antara sekuriti dan ekonomis  bisa dicapai pada setiap pelaksanaan operasi. Di mana prosedur di dalam  pelaksanaan operasi haruslah berorientasi terhadap sekuritas dan  ekonomis. Sekuriti adalah ketahanan/kemampuan suatu sistem untuk  memenuhi kebutuhan beban.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Sementara  itu seluruh pelaksanaan operasi mempunyai tujuan supaya sistem TL untuk  selalu tetap dalam kondisi normal. Namun jika terjadi gangguan, maka  operator haruslah segera berusaha membawa sistem ke kondisi normal.  Sedangkan pada kondisi normal itu pembangkitan bisa diatur sedemikian  rupa sehingga ongkos seminim mungkin bisa dicapai. Pada kondisi  siap-siaga kendala beban dapat diatasi tapi kendala sekuriti tidak dapat  diatasi sehingga kondisi ini bisa juga dikatakan sebagai kondisi  darurat. Di mana pada kondisi darurat ini kendala operasi dan kendala  sekuriti tidak bisa diatasi, sehingga kondisi ini harus segera kembali  ke kondisi normal dengan sedikit mungkin gangguan pada konsumen. Pada  kondisi pemulihan hanya terdapat kendala operasi sedangkan gangguan  sistem telah dihentikan. Tujuan kondisi ini adalah mengembalikan sistem  kepada keadaan semula secepatnya.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;h3&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Pemeliharaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Sebenarnya  pemeliharaan bukanlah suatu pekerjaan yang luar biasa, asal dikelola  secara baik dan tepat serta mengikuti petunjuk yang sesuai, peralatan  akan menampilkan keandalan yang tinggi dan dengan biaya yang wajar. Oleh  karena itu masalah pemeliharaan ini perlu mendapat perhatian yang  sewajarnya. Menurut pengertiannya pemeliharaan tersebut adalah suatu,  usaha/kegiatan terpadu yang dilakukan terhadap instalasi dan sarana  pendukungnya untuk mencegah kerusakan atau mengembalikan/memulihkan  instalasi dan sarana kepada keadaan yang normal/keadaan yang layak.  Sesuai dengan pengertian di atas keadaan yang ingin dicapai itu antara  lain adalah agar instalasi dan sarana tersebut :&lt;/span&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Mempunyai umur (masa guna) yang panjang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Selalu menampilkan unjuk kerja seperti keandalan, daya mampu dan efisiensi yang optimal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Tetap dalam keadaan baik dan selalu dalam keadaan siap pakai.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Teratur, rapi dan memberikan suasana yang menyenagkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Dapat mengembalikan modal/biaya yang sudah dikeluarkan dalam jangka waktu yang tepat dan memberikan keuntungan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Aman terhadap petugas dan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Peralatan  dalam sistem perlu dipelihara secara periodik sesuai dengan buku  petunjuk pemeliharaan yang dikeluarkan oleh pabrik peralatan yang  bersangkutan. Namun di lain pihak pemeliharaan peralatan yang  menyebabkan peralatan tersebut menjadi tidak siap operasi dalam sistem  perlu dikoordinir agar penyediaan daya dalam sistem selalu memenuhi  kebutuhan beban + rugi-rugi. Sementara itu cadangan daya harus cukup  tinggi hal ini untuk menjamin tersedianya daya pembangkit yang cukup  tinggi dalam sistem. Cadangan daya ini merupakan ukuran keandalan.&lt;/span&gt; &lt;h3&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Jaringan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Energi  listrik bisa sampai ke konsumen itu tentunya harus melalui jaringan.  Jadi jaringan listrik merupakan faktor yang penting dalam sistem TL.  Sedangkan yang harus diperhatikan pada jaringan itu adalah masalah  tegangan dan maksimal pembebanan. Dan dengan melakukan analisa pada  jaringan itu maka kondisi sistem jaringan bisa diketahui sehingga dapat  memberikan prediksi pada operasi sistem. Sementara itu kondisi sistem  jaringan akan mengalami perubahan jika terjadi pertama masuknya unit  pembangkit/transmisi baru. Ke dua adanya outage terencana pada sistem.  Analisa jaringan yang dilakukan bersifat dinamik, di mana peninjauan  kembali hasil studi bisa dilakukan sehingga memberi hasil akhir yang  lebih baik, artinya yang tidak banyak deviasi. Analisa yang dilakukan  pada jaringan meliputi bidang stabilitas sistem, frekuensi sistem load  flow dan short circuit. Karena semakin banyaknya saluran transmisi dalam  suatu sistem tenaga, maka untuk menyalurkan daya dari pusat-pusat  pembangkit ke beban dilakukan dengan beberapa alternatif. Dengan kata  lain beberapa macam konfigurasi jaringan dapat dibuat untuk suatu  kondisi operasi tertentu. Suatu konfigurasi jaringan tertentu dapat  memberikan sekuriti sistem dan kualitas tenaga listrik yang baik disisi  konsumen. Karena pada dasarnya gangguan yang terjadi di jaringan sistem  TL tidak dapat ditentukan secara pasti baik waktu maupun tempatnya maka  pemilihan konfigurasi jaringan ini tidak akan mengurangi jumlah  gangguan.&lt;/span&gt; &lt;h3&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;William D. Stevenson, Jr, Analisis Sistem Tenaga Listrik , Penerbit Erlangga, Jakarta, 1990&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;G.W. Stagg and A.H. El Abiad : Computer Methods In Power System Analysis, Mc. Graw Hill, Newyork, 1963&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,Times;"&gt;SS Vadhera, Power System analysis abd Stability, Khama Publisher Delhi, 1981, New Delhi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;@nch.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835055072407397557-3313237723422359175?l=hendrickmanufar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrickmanufar.blogspot.com/feeds/3313237723422359175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hendrickmanufar.blogspot.com/2010/12/strategi-operasi-sistem-tenaga-listrik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835055072407397557/posts/default/3313237723422359175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835055072407397557/posts/default/3313237723422359175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrickmanufar.blogspot.com/2010/12/strategi-operasi-sistem-tenaga-listrik.html' title='Strategi Operasi Sistem Tenaga Listrik'/><author><name>malique woncha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13707700869122571386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_XldMtERtogk/TQgOx3_-DmI/AAAAAAAAAA8/YP6nxybEa6w/S220/maliqUE.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
